DuckduckGo Search

Friday, 18 May 2018

Kamus Astronomi

Kamus Astronomi



A B C D E F G H I J K L M
N O P Q R S T U V W X Y Z



A

Aberasi kromatis: cacat pada lensa yang mengakibatkan berkas cahaya untuk panjang gelombang yang berbeda dibiaskan dengan sudut yang berbeda. Cacat ini dapat diatasi dengan memberikan lensa tambahan.
Aberasi sferis: cacat pada cermin berbentuk kulit bola yang mengakibatkan perbedaan sudut pantul antara berkas cahaya yang jatuh di titik yang dekat dari sumbu cermin dengan berkas cahaya yang jatuh di titik yang jauh dari sumbu cermin (misalnya di tepi cermin).
Albedo: perbandingan antara intensitas cahaya yang diterima permukaan planet dari Matahari dengan yang dipantulkan kembali. Bulan memiliki albedo 0,113 dan Bumi 0,367.
Almanak: katalog yang berisikan jadwal fenomena benda langit seperti kapan Matahari, Bulan, dan planet-planet terbit dan terbenam.
Altitud: salah satu besaran dalam sistem koordinat alt-azimuth. Artinya adalah ketinggian sebuah benda langit yang dihitung dari horison ke arah kutub-kutub langit. Nilainya dari -90° hingga 90°.
Apfokus: jarak terjauh sebuah benda terhadap titik fokus elips orbitnya. Misalnya, jarak terjauh Bumi dari Matahari disebut dengan aphelion. Dalam sistem Bulan – Bumi, namanya apogee. Dalam sistem bintang ganda, namanya apastron. Bumi berada di aphelion saat bulan Juli.
Asensiorekta: salah satu besaran dalam koordinat ekuatorial yang mendefinisikan jarak antara titik gamma dengan titik potong proyeksi benda langit dari kutub ke ekuator langit. Asensiorekta dihitung sepanjang ekuator langit dari 0 – 24 jam berlawanan gerak harian bintang.
Asterisme: kumpulan bintang di langit yang membentuk pola tertentu. Sebuah asterisme bisa saja merupakan bagian dari sebuah rasi (misalnya bintang tujuh di rasi Ursa Major dan Ursa Minor) atau gabungan dari beberapa bintang di berbagai rasi (misalnya segitiga musim panas yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, dan Altair).
Asteroid: benda kecil di tata surya, yang sangat banyak terdapat di antara orbit Mars dan Jupiter. Selain itu, ada juga NEA, Near Earth Asteroid atau asteroid di dekat Bumi.
Astrometri: cabang ilmu dalam astronomi yang mempelajari penentuan posisi objek langit. Contohnya penentuan orbit bintang ganda, asteroid, dan gerak diri bintang.
Astrofisika: cabang ilmu dalam astronomi yang mempelajari proses fisika yang terjadi di dalam objek langit. Seperti reaksi nuklir di dalam inti bintang dan proses hantaran energi dari inti bintang hingga ke atmosfernya.
Aurora: cahaya yang timbul di lapisan ionosfer akibat interaksi antara partikel bermuatan yang berasal dari angin Matahari dengan medan magnet planet. Di Bumi, aurora ada 2 macam, yaitu aurora Borealis (terlihat dari Bumi belahan utara) dan aurora Australis (terlihat dari Bumi belahan selatan).
Autumnal Equinox: saat Matahari berada tepat di ekuator langit pada sekitar tanggal 23 September setiap tahunnya. Pada saat itu, kawasan Bumi yang ada di utara khatulistiwa mengalami musim gugur dan yang ada di selatan mengalami musim semi.
Awan Oort: awan hipotetik yang terletak di bagian tepi tata surya kita dan berisikan batuan beku yang menjadi sumber komet. Jaraknya sekitar 50.000 SA dari Matahari.

B

Benda Hitam (Black Body): benda hipotetis yang menyerap semua energi yang diterimanya. Benda ini dapat didekati dengan membuat eksperimen berikut: sebuah benda berongga yang diberi lubang kecil dipanaskan. Apabila kita amati lubang yang ada di benda tersebut maka sifat pancaran energinya mendekati sifat benda hitam.
Bimasakti: galaksi yang kita tinggali. Dalam bahasa Inggris, galaksi ini disebut Milkyway.
Binokular: alat bantu optik yang terdiri dari sepasang sistem lensa yang lebih dikenal dengan istilah kekeran. Binokuler ini membentuk bayangan tegak sehingga lebih sering digunakan sebagai teropong medan/Bumi daripada teropong langit.
Bintang: benda langit yang menghasilkan dan memancarkan energi/cahayanya sendiri.
Bola langit: bola khayal yang digunakan untuk memetakan seluruh benda langit. Bola ini merupakan perluasan dari bola Bumi dan memiliki unsur-unsur yang mirip seperti yang dimiliki Bumi, yaitu kutub utara dan selatan langit serta ekuator langit.
Bolide: bola api yang mengeluarkan suara bergemuruh, yang timbul ketika meteor melintas di udara.
Bulan: secara umum berarti satelit alami sebuah planet. Secara khusus berarti nama satelit milik Bumi. Selain itu juga memiliki arti penanda waktu yang berisikan sekitar 30 hari dalam penanggalan/sistem kalender.
Bulge: bagian pusat dari sebuah galaksi spiral yang menonjol, berbentuk spheroid yang ukuran tiga sumbunya berbeda.
Bujur: salah satu komponen penentu koordinat dalam sistem koordinat Bumi, horison, ekliptika, dan galaktik. Garis bujur selalu menghubungkan kutub utara dan kutub selatan sistem koordinatnya. Biasanya memiliki nilai 0° – 360°.

C

Centaurus: rasi berbentuk setengah manusia dan setengah kuda yang berada di belahan langit selatan. Rasi ini berada sangat dekat dengan rasi Crux. Dua kakinya, dua bintang paling terang di rasi ini yaitu bintang Alfa dan Beta Centauri, menunjuk rasi Crux di sebelah baratnya.
Cepheid: nama turunan dari rasi Cepheus. Nama rasi ini terkenal karena bintang variabel Cepheid yang menjadi salah satu andalan dalam menentukan jarak galaksi yang jauh. Bintang variabel ini memiliki keteraturan dan hubungan antara luminositas dengan periode variabilitasnya.
Ceres: nama sebuah planet katai yang terletak di sabuk asteroid (antara Mars dan Jupiter). Awalnya, Ceres dikelompokkan sebagai asteroid. Namun berubah menjadi planet katai sejak Agustus 2006.
Crux: rasi berbentuk salib/layang-layang yang berada di belahan langit selatan. Rasi ini menjadi salah satu penunjuk arah selatan yang cukup akurat. Rasi ini dapat diamati setelah Matahari terbenam pada bulan Maret hingga September.

D

Deklinasi: salah satu besaran dalam koordinat ekuatorial yang mendefinisikan jarak antara ekuator langit ke benda langit. Nilainya adalah dari  -90° hingga 90°.
Diagram garpu tala: diagram yang menunjukkan pengelompokan galaksi berdasarkan bentuknya. Diagram ini dibuat oleh Edwin Hubble.
Diagram HR: diagram Hertzsprung-Russel, yaitu diagram yang menunjukkan sebaran bintang berdasarkan luminositas dan temperaturnya.

E

Efek Doppler: perubahan panjang gelombang suatu sumber pemancar gelombang yang dideteksi apabila sumber tersebut bergerak relatif terhadap pengamat. Pada pengamatan spektrum bintang/galaksi yang bergerak, kita akan melihat pergeseran panjang gelombang ke arah merah jika benda itu menjauhi kita dan pergeseran ke arah biru jika benda itu mendekati kita.
Ekuator langit: garis imajiner yang membagi langit menjadi dua bagian sama besar, yaitu belahan langit utara dan selatan. Garis ini merupakan perluasan dari garis ekuator/khatulistiwa hingga memotong bola langit.
Ekliptika: bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Bidang ini membentuk sudut sebesar 23,5° dengan ekuator langit. Dapat juga dikatakan sebagai lintasan semu Matahari selama satu tahun di langit.
Elips: suatu kurva tertutup yang memiliki dua buah titik pusat (disebut titik fokus). Kurva semacam ini dapat dihasilkan dari mengiris sebuah kerucut dengan sudut irisan antara 0 hingga sudut kemiringan sisi kerucut. Kelonjongan sebuah elips dinyatakan dengan nilai eksentrisitas antara 0 dan 1. Eksentrisitas 0 akan memberikan lingkaran, 1 berarti parabola, dan lebih dari 1 berarti hiperbola.
Elongasi: sudut yang dibentuk antara Matahari, Bumi, dan planet.
Equinox: berarti panjang siang yang sama dengan panjang malam. Terjadi 2 kali dalam setahun, yaitu di sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September.

F

Fluks bintang: jumlah energi yang dipancarkan satu satuan luas permukaan bintang ke segala arah.
Fotometri: teknik dalam astronomi yang khusus mempelajari intensitas pancaran elektromagnetik dari benda langit.
Fotosfer: bagian dari Matahari yang memancarkan cahaya.
Fusi (reaksi): reaksi penggabungan atom-atom. Di pusat bintang seperti Matahari, reaksi yang terjadi adalah pembentukan Helium dari Hidrogen.

G

Galaksi: kumpulan terbesar bintang-bintang di alam semesta. Memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam, seperti spiral, elips, dan tak beraturan. Galaksi Bimasakti (Milky Way Galaxy) berbentuk spiral.
Geosentrisme: paham yang menyatakan bahwa tata surya (alam semesta) berpusat pada Bumi dan semua benda langit bergerak mengelilingi Bumi.
Gerak harian: gerak benda langit dalam sehari terbit dan terbenam dari timur ke barat.
Gerak tahunan: gerak Matahari dalam setahun yang berpindah-pindah rasi dari barat ke timur.
Gerhana: peristiwa tertutupnya sebuah objek karena adanya objek yang melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi. Contohnya gerhana Matahari dan gerhana Bulan.
Gravitasi: gaya tarik menarik yang timbul antara 2 benda bermassa atau lebih yang memiliki jarak tertentu.
Grup Lokal (Local Group): kelompok kecil galaksi di sekitar Galaksi Bimasakti. Beranggotakan sekitar 30 galaksi, kelompok galaksi ini hanya beranggotakan sedikit galaksi yang berukuran besar, di antaranya adalah Bimasakti, Andromeda, Awan Magellan Besar, dan Awan Magellan Kecil.
Gugus bintang (star cluster): sekelompok bintang-bintang yang berdekatan karena dilahirkan pada daerah yang sama. Terdapat dua jenis gugus bintang, yaitu gugus terbuka dan gugus bola.
Gugus terbuka/galaktik (open cluster ): gugus bintang dengan bintang anggota berjumlah kurang dari 100 bintang. Ruang antar bintang terlihat renggang
Gugus bola (globular cluster): gugus bintang dengan bintang anggota berjumlah hingga jutaan bintang. Ruang antar bintang terlihat rapat.

H

Halo galaksi: komponen terbesar dari sebuah galaksi spiral. Diperkirakan bahkan membentang lebih jauh dari batas terjauh piringan yang bisa dilihat.
Heliosentrisme: paham yang menyatakan bahwa tata surya (alam semesta) berpusat pada Matahari dan semua benda langit mengelilingi Matahari.
Horison: garis khayal yang membatasi wilayah langit yang dapat diamati dengan permukaan Bumi yang dipijak pengamat. Di laut yang luas, horison mempertemukan laut dengan langit.
Hujan meteor: peristiwa terlihatnya puluhan hingga ratusan meteor dalam semalam. Hujan meteor selalu terjadi di tanggal yang sama setiap tahun. Batuan yang menjadi asal meteor biasanya berasal dari serpihan debu komet.

I

Inklinasi: sudut yang terbentuk akibat dua bidang yang tidak terletak berhimpit tetapi berpotongan. Inklinasi ekliptika dengan ekuator langit adalah 23,5°, inklinasi orbit Bulan dengan ekliptika adalah 5° .

J

Jupiter: nama salah satu planet di tata surya kita.

K

Katai putih: salah satu tahapan akhir dari evolusi bintang yang terjadi ketika bintang menghembuskan selubungnya setelah menjadi planetary nebula dan hanya menyisakan bagian intinya saja. Matahari diyakini akan menjadi sebuah bintang katai putih.
Komet: benda kecil di tata surya yang terlihat memiliki ekor ketika melintas di dekat Matahari. Karena orbitnya yang sangat eksentrik, komet lebih sering diamati ketika berada di dekat Matahari saja. Contoh: komet Halley yang mendekati Matahari setiap 76 tahun sekali.
Konjungsi: konfigurasi yang terbentuk ketika planet – Matahari – Bumi berada pada satu garis lurus. Untuk planet dalam, formasi seperti itu disebut dengan konjungsi superior. Sedangkan konfigurasi Matahari – planet – Bumi disebut konjungsi inferior. Sudut elongasi planet saat konjungsi adalah 0° .
Konstelasi: rasi.
Korona: bagian luar Matahari yang sangat panas dan hanya dapat diamati ketika terjadi gerhana Matahari total.
Kosmologi: cabang ilmu astronomi yang mempelajari sejarah, evolusi, dan perkembangan alam semesta.
Kuadratur (timur dan barat): konfigurasi yang terbentuk ketika elongasi planet luar adalah 90° .
Kulminasi: melintasnya sebuah benda langit di garis yang menghubungkan titik utara dan selatan. Kulminasi terdiri atas 2 jenis, kulminasi atas yaitu ketika benda langit melintasi garis yang menghubungkan titik utara, zenith, dan titik selatan (berada di atas horison) dan kulminasi bawah yaitu ketika benda langit melintasi garis yang menghubungkan titik utara, nadir, dan titik selatan (berada di bawah horison).

L

Leonid: salah satu nama hujan meteor yang terkenal karena jumlah meteornya sangat banyak dan spektakuler. Diambil dari nama rasi Leo yang menjadi titik radian/titik tempat meteor-meteor yang terjadi “berasal.”
Lubanghitam: bentuk akhir dari evolusi bintang bermassa sangat besar. Lubanghitam baru terbentuk apabila bintang tersebut mengalami supernova. Setelah itu massa bintang yang tersisa begitu besar tetapi radiusnya sangat kecil sehingga gaya gravitasi di permukaan sangat besar, bahkan cahay tidak dapat lolos dari tarikan gravitasinya. Akibatnya bintang runtuh pada dirinya sendiri.
Luminositas: jumlah energi per detik yang dipancarkan seluruh permukaan bintang ke segala arah. Besarnya bergantung pada kuadrat jejari bintang dan pangkat empat temperaturnya.

M

Magnitudo: satuan yang digunakan untuk menyatakan kecerlangan suatu bintang/benda langit.
Meridian: garis khayal yang menghubungkan kutub utara langit dan kutub selatan langit dan memisahkan belahan langit sebelah timur dengan langit barat. Peristiwa saat objek langit melintasi meridian dari timur ke barat disebut juga transit.
Messier: nama katalog untuk 110 benda-benda langit yang menarik, berisi nebula, gugus bintang, dan galaksi. Nama Messier diambil dari nama penemunya, Charles Messier (1730-1817) seorang astronom Prancis.
Meteor: kilatan cahaya di langit yang diakibatkan oleh masuknya benda asing ke Bumi. Benda tersebut akan bergesekan dengan partikel di atmosfer Bumi sehingga memanas dan memijar. Benda ini bisa saja habis terbakar atau terus melaju hingga menumbuk permukaan Bumi.
Meteorit: meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer dan menumbuk permukaan Bumi.
Meteoroid: benda yang ukurannya lebih kecil dari asteroid dan lebih besar dari atom yang terdapat di ruang angkasa dan menjadi benda yang menimbulkan meteor.
Mounting: sistem penyokong suatu teleskop yang menghungkan teleskop dengan kaki-kaki penyangga (tripod atau monopod).

N

Nebula: sekumpulan gas dan debu yang memiliki kerapatan rendah. Dapat merupakan materi pembentuk bintang atau sebaliknya, merupakan sisa ledakan bintang (supernova).
(Bintang) Neutron: sisa supernova (hasil ledakan bintang bermassa besar) yang membentuk bintang yang sedemikian padat sehingga hanya berisikan neutron saja.
New General Catalogue (NGC): katalog yang berisikan daftar nebula, gugus bintang, dan galaksi. Jumlah objeknya mencapai 7.840 buah.

O

Okultasi: peristiwa tertutupnya sebuah benda langit oleh benda langit lainnya yang lebih besar. Contohnya okultasi bintang oleh Bulan atau planet oleh Bulan.
Oposisi: konfigurasi yang terbentuk ketika Matahari – Bumi – planet berada pada satu garis lurus. Sudut elongasi planet saat oposisi adalah 180° .
Orbit: lintasan sebuah benda langit dalam mengelilingi benda langit lainnya.
Orion: rasi yang digambarkan sebagai sosok pemburu. Sangat terkenal dengan tiga sabuk berjejer yang disebut sabuk Orion. Rasi ini dapat diamati setelah Matahari terbenam pada bulan Desember hingga Mei.

P

Paralaks: perbedaan pandangan akibat melihat sebuah benda dari 2 tempat yang berbeda. Contoh sederhananya adalah melihatsebuah pensil yang digenggam di tangan sejauh 30 cm dari mata secara bergantian dengan hanya satu mata kanan dan kiri saja. Pensil tersebut akan terlihat berpindah relatif terhadap benda di belakangnya.
Parsek (parsec, pc): jarak objek yang memiliki paralaks sebesar 1 detik busur, yaitu sebesar 206265 SA atau 3.26 tahun cahaya.
Penumbra: bayangan sebuah benda (Bulan atau Bumi) yang tidak terlalu pekat. Ketika gerhana Matahari terjadi, wilayah di Bumi yang terkena penumbra Bulan akan mengalami gerhana Matahari sebagian. Sedangkan saat gerhana Bulan penumbra, kecerlangan Bulan purnama hanya akan berkurang sedikit dan sangat sulit dideteksi mata telanjang.
Perifokus: jarak terdekat dari titik fokus untuk orbit elips. Apabila Matahari yang berada di titik fokus disebut dengan perihelion, bila bintang yang di titik fokus sebutannya adalah periastron. Bumi berada di titik perihelion pada bulan Januari.
Phobos: salah satu satelit/bulan milik planet Mars.
Planetary Nebula: bentuk lanjutan evolusi bintang bermassa kecil setelah tahap raksasa merah. Bintang akan melontarkan selubungnya dan hanya menyisakan inti bintang menjadi katai putih. Matahari nanti akan menjadi seperti ini.
Pluto: nama benda di tata surya yang sempat digolongkan sebagai planet sebelum tahun 2006. Karena bentuk orbitnya, Pluto bisa menjadi lebih jauh daripada Neptunus atau lebih dekat.
Polusi Cahaya: polusi karena cahaya buatan manusia justru membuat langit malam menjadi terang. Hal ini sangat mengganggu pengamatan astronomi karena informasi dari langit datang dalam bentuk cahaya, sehingga jika lingkungan sekitar terlalu terang oleh cahaya lampu penduduk/jalan maka benda langit akan semakin sulit dilihat.
Prograde: gerak yang searah dengan arah benda lain (gerak normal). lawannya adalah retrograde, yaitu gerak yang berlawanan dengan arah lazimnya.
Pulsar: pulsating radio source. Sumber pemancar energi radio yang pancarannya berubah-ubah secara periodik. Asalnya adalah bintang neutron yang berputar/rotasi dengan cepat.

Q

Quasar: quasi stellar object. Objek yang tampak seperti bintang (sumber cahaya titik) namun berjarak sangat jauh dan mengindikasikan bahwa objek ini berada di luar Galaksi. Diketahui sebagai galaksi yang memiliki bagian inti yang aktif (Active Galactic Nuclei).

R

Rasi: kumpulan bintang yang tampak berdekatan di langit dan membentuk benda khayal bila dibuat garis yang menghubungkan bintang-bintangnya.
Reflektor: jenis teleskop yang menggunakan cermin dalam sistem optiknya.
Refraktor: jenis teleskop yang menggunakan lensa dalam sistem optiknya.
Retrograde: gerak yang berlawanan dengan gerak lazim di sebuah sistem banyak benda. Dalam tata surya, gerak revolusi yang lazim (prograde) adalah searah jari-jari tangan menurut aturan tangan kanan, dengan jempol menunjuk arah kutub utara bidang revolusi bumi. Atau searah putaran jarum jam jika dilihat dari utara. Maka gerak retrograde adalah gerak yang tidak searah (berlawanan) dengan gerak ini.
Revolusi: gerak benda langit mengitari pusat massa sistemnya. Misalnya gerak planet-planet di tata surya mengelilingi Matahari, gerak Bulan mengelilingi Bumi, dan gerak
Rotasi: gerak benda langit berputar pada porosnya.

S

Sabuk Van Allen: daerah di ruang angkasa dekat Bumi yang berbentuk donat yang berisikan partikel bermuatan
Satuan Astronomi, SA (Astronomy Unit, AU): jarak rata-rata Bumi – Matahari, sebesar 149.6 juta km, atau disederhanakan menjadi 150 juta km. Penggunaan jarak ini terbatas pada lingkup tata surya.
Supernova: peristiwa meledaknya bintang, yang menjadi tahapan akhir evolusi bintang bermassa besar.

T

Tahun Cahaya (light year, ly): jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu 1 tahun. Kalikan kecepatan tempuh cahaya (300.000 km/dt) dengan jumlah detik dalam setahun. Hasilnya adalah 946 x 10^14 km atau 6324 AU. Jarak Matahari – Bumi adalah 8 menit cahaya.
Tata surya: sistem banyak benda yang bercirikan adanya sebuah benda dominan berupa bintang yang dikelilingi benda-benda lainnya yang lebih kecil. Hingga kini telah banyak ditemukan sistem tata surya di bintang lain, selain tata surya yang kita tinggali (Matahari dan 8 planetnya).
Teleskop: piranti optik astronomi yang membantu mata untuk mengamati benda-benda langit yang redup. Sistem kerja utamanya adalah mengumpulkan cahaya.
Transit: peristiwa melintasnya sebuah benda langit di meridian (disebut juga kulminasi atas). Arti lainnya adalah peristiwa melintasnya planet Merkurius atau Venus di depan piringan Matahari ketika diamati dari Bumi.
Trojan: kelompok asteroid yang berada di lintasan/orbit Jupiter, berjarak sudut 60° di depan dan belakang Jupiter. Dengan demikian, asteroid ini mengorbit Matahari bersama-sama Jupiter dan tidak akan pernah menumbuk Jupiter.

U

Ultraungu: suatu daerah energi dengan panjang gelombang yang pendek dan energi tinggi.

V

Vernal equinox: suatu waktu di kala Matahari berada tepat di titik perpotongan antara ekliptika dengan ekuator, sehingga pada saat itu panjang siang dan malam di Bumi di semua tempat adalah sama. Terjadi pada tanggal 21 Maret. Bisa disebut juga sebagai equinox awal.

W

W-Virginis: nama bintang variabel yang terletak di rasi Virgo

X

X-ray: sinar X. Pancaran elektromagnetik dengan energi tinggi.

Y

Yerkes: nama sistem klasifikasi bintang berdasarkan luminositas.

Z

Zenith: titik di langit yang berada tepat di atas kepala. Lawannya adalah Nadir.
Zodiak: kelompok rasi yang dilewati ekliptika (Matahari) sepanjang tahun. Ada 12 rasi dalam zodiak yang dikaitkan dengan astrologi.

Tuesday, 17 March 2009

Buat Windows Multiboot Dan Drive Linux USB Dengan WinSetupFromUSB

Ada banyak piranti tersedia di luar sana yang memungkinkan pengguna untuk membuat bootable USB drive, tetapi bagaimana jika Anda perlu membuat sebuah USB drive yang dapat menyimpan multiboot lebih dari satu paket instalasi bootable, katakanlah, Windows XP, Windows Vista, Ubuntu dan Windows 7 ? WinSetupFromUSB dapat membuat setup multiboot, yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan berbagai file-file ISO bootable pada drive tunggal. Aplikasi ini dilengkapi dengan dukungan untuk OS termasuk Windows 2000, Windows XP, Windows 2003 Server, Windows Vista, Windows 7, Windows Server 2008, Parted Magic, dan Ubuntu, G4D. Hanya menentukan direktori instalasi OS untuk membuat multiboot drive USB dengan satu klik.


Penggunaan sederhana dan jelas. Ini dianjurkan untuk memasukkan drive diformat, bagaimanapun, Bootice dan RMPrep pilihan yang tersedia untuk format data. Sekarang dalam Tambahkan ke disk USB bagian, arahkan pointer mouse di atas kotak centang OS untuk membaca deskripsi file yang dibutuhkan untuk menciptakan ISO images.

Setelah memahami-reqs pra, pilih kotak centang dan tentukan lokasi folder dimana OS file setup yang bersemayam. Setelah mendeteksi setup yang benar dengan semua file yang dibutuhkan, Go tombol di bagian bawah akan menjadi aktif. Klik tombol ini untuk memulai proses. Perlu dicatat di sini bahwa dibutuhkan waktu yang jauh lebih banyak dibandingkan membuat bootable drive USB tunggal, sehingga memiliki kesabaran.








Sampai sekarang, uji QEMU dalam tahap percobaan, oleh karena itu, Anda tidak perlu pergi untuk diperiksa.
Mengaktifkan Pilihan lanjutan kotak centang akan menunjukkan pengaturan yang terkait dengan menciptakan USB drive bootable.









Karena dalam tahap pengujian beta, Anda bisa menjalankan pada beberapa kesalahan saat membuat USB multibootable. Ia bekerja pada semua versi Windows.

Saturday, 12 February 2005

Membuat LiveISO Windows 10

Apa itu LiveISO Windows?
LiveISO adalah nama yang saya buat-buat untuk judul artikel ini sebagai padanan LiveCD/DVD di dunia Linux. Sengaja dipilih kata ISO karena hasilnya memang tidak saya jadikan CD atau DVD melainkan hanya berkas ISO. Berkas ISO ini sendiri bersifat luwes karena bisa dipindahkan ke CD, DVD atau UFD (USB flash disk). Sementara kata Live berarti ISO ini memungkinkan kita untuk mencoba Windows secara langsung (live).
Mencoba Windows secara langsung?
Yep. Bagi pengguna GNU/Linux tentunya kemampuan menjajal secara langsung ini bukanlah hal aneh, karena hampir semua distro besar (bahkan kecil) mempunyai ISO yang selain berguna sebagai installer juga berguna sebagai showcase, untuk menjajal kinerja distro tersebut secara langsung tanpa harus memasangnya terlebih dahulu ke komputer. Hal ini sangat berguna di GNU/Linux karena dukungan perangkat kerasnya (relatif) tidak bagus, jadi dengan terlebih dahulu mencobanya di lingkungan live, kita bisa mengetahui apakah semua perangkat komputer kita sudah dikenali dengan baik oleh kernel Linux.
Sementara dukungan perangkat keras di Windows sangatlah bagus, karena dukungan langsung dari vendor si pembuat perangkat keras tersebut. Jadi fitur live environment ini tidak pernah menginjakkan kakinya di installer Windows.
Namun bukan berarti tidak ada Live Windows. Dan Live Windows ini sangatlah berguna, terutama untuk keperluan rescue and recovery.
Misal untuk menghapus virus dari suatu instalasi Windows. Jika kita menjalankan anti virus dari dalam sistem Windows yang telah terinfeksi, tentunya tidak akan optimal.
Atau jika kita perlu menyelamatkan data dari suatu drive Windows yang instalasi Windows-nya telah rusak terkena virus, tentunya kita tidak bisa menyalin dari dalam sistem Windows tersebut, atau memindahkan disk ke sistem Windows lain karena virusnya bisa-bisa malah menyebar. Live Windows cocok untuk hal seperti ini karena sifatnya yang read-only.
Lalu bagaimana caranya membuat LiveISO Windows?
Pastinya ada beberapa cara yang bisa ditempuh, dan juga beberapa piranti lunak yang bisa digunakan. Namun di sini saya hanya akan mencontohkan membuat LiveISO Windows menggunakan Win10PE SE. Dan seperti bisa ditebak dari namanya, Win10PE SE berguna untuk membuat Live Windows 10.
Untuk versi Windows yang lain, silakan menjelajah situs theoven.org. Situs reboot.pro juga rujukan yang bagus jika Anda menyenangi otak-atik Windows.
Win10PE SE bekerja dengan cara memodifikasi Windows PE (pre-installed environment) agar bisa boot langsung ke desktop bertampilan GUI (graphical user interface). Windows PE adalah sistem Windows yang muncul ketika kita menjalankan installer Windows. Jadi sebenarnya ketika kita boot installer Windows, ia akan booting Windows PE di mana kita bisa memilih edisi Windows, partisi, boot loader dan lainnya.
Win10PE SE akan menghasilkan berkas ISO yang kemudian bisa kita burn ke cakram optik atau UFD.
Untuk membuat LiveISO Windows 10 menggunakan bantuan Win10PE SE, silakan ikuti tuntunan di bawah ini.
  • Unduh Win10PE SE dari laman http://win10se.cwcodes.net/Compressed/. Misal ketika artikel ini ditulis berkas teranyarnya adalah Win10PE_SE_2017-10-13.zip.
  • Uraikan (extract) berkas zip yang baru diunduh tadi ke PATH yang tidak memiliki spasi dalam namanya. Untuk mudahnya, uraikan saja ke C:\ atau D:\.
    Saya sendiri menguraikan berkas ini ke drive H, jadi PATH selengkapnya adalah H:10PE_SE_2017-10-13.
  • Siapkan DVD atau berkas ISO installer Windows 10. Jika menggunakan DVD, masukkan DVD tersebut ke kandar optik kemudian salin isinya hard disk. Ini dimaksudkan agar proses menyalin berkas selama build bisa berlangsung cepat. Jika sumbernya Windows 10-nya adalah berkas ISO, bisa menggunakan 7zip untuk menguraikan isinya ke hard disk. Harus diingat, folder tempat meletakkan berkas-berkas isi installer Windows 10 ini janganlah memiliki spasi dalam PATH-nya. Untuk mudahnya, simpan saja berdampingan dengan Win10PE SE di atas, misal di C: atau D:.
  • Masuk ke folder Win10PE kemudian klik ganda untuk menjalankan berkas BuilderSE.exe. Jangan kaget jika kemudian jendela yang muncul ternyata berjudul Win Builder. Karena Win10PE memang berdasarkan Win Builder.
    Jendela pengaturan Win10PE SE
  • Klik menu Win10PE SE dalam panel kiri, kemudian klik tab Source dalam panel kanan. Di bagian panel kanan klik tab Work directories, dan kita akan menemukan tiga buah kolom untuk menentukan letak berkas installer Windows (source directory), direktori target dan tempat berkas ISO hasil build akan disimpan. Jika bingung, cukup tentukan kolom Source directory saja.
  • Selanjutnya adalah proses kustomisasi yang diinginkan pada Win10PE. Langkah ini opsional, bisa saja dilewati. Ada beragam pilihan dan banyak kemungkinan, jadi sebaiknya Anda jelajahi saja menu di panel kiri satu-per-satu. Jika belum paham, bisa mulai dari menu Shell lanjut ke menu di bawahnya.
  • Jika semua dirasa telah sesuai keinginan, tiba waktunya untuk mulai membangun berkas ISO Win10PE. Klik tombol Play di bagian kanan atas jendela Win Builder dan kemudian tunggu hingga proses membangun ISO selesai.
    Lama proses akan bergantung pada proses kustomisasi di langkah sebelumnya, jika Anda mendandani dan mencentang banyak pilihan menu, mungkin Win Builder perlu untuk mengambil dahulu banyak berkas yang dibutuhkan dari internet.
    Jika akan sering membangun Win10PE, maka janganlah menghapus direktori Win10PE agar nantinya ia tidak perlu mengunduh ulang berkas-berkas yang sebelumnya telah diunduh.
  • Setelah proses build usai, berkas ISO dapat ditemukan di direktori yang sebelumnya telah Anda tentukan, atau secara default di folder bernama ISO dalam direktori Win10PE.
    Berkas ISO ini kemudian bisa burned ke cakram CD, DVD atau UFD menggunakan perkakas semacam Rufus, Yumi atau Easy2Boot.
Gambar di bawah ini adalah tampilan live dari Windows 10 yang saya bangun menggunakan Win10PE SE dan source installer Windows 10 LTSB.
Tampilan dekstop Windows 10 hasil build Win10PE SE
Lihat betapa rupawannya ia. Ukurannya ringkas (sekitar 560MB), menu klasik, tanpa aplikasi sampah dan tidak akan terkena virus karena sifatnya yang read only. Oh, sepertinya juga no calling homeWhat a dream machine.
Walau bukan teknisi atau tidak sedang ingin menyelamatkan data, cobalah membuat Win10PE SE ini, kemungkinan besar Anda akan menyukainya. Memasang aplikasi pastinya akan menjadi persoalan, namun jika bisa menemukan versi portable dari software yang dipakai, Anda pasti akan merasa nyaman saja.

Monday, 1 January 2001

Pencinta Alam

seringkali diidentifikasikan sebagai kegiatan yg berhubungan dgn alam. Medaki gunung, menyusuri gua, mengagumi keajaiban dasar samudera, merambah belantara nan sunyi dan sederet kegiatan ‘alam’ lainnya.

Tentang pencinta sendiri di negeri kita, seringkali kegiatan yg dilakukan hanya sebatas sloganisasi belaka, sebatas mereka menikmati alam untuk diri sendiri, sebatas mencari kepuasan untuk kepentingan pribadi. Pencinta Alam, mereka yg menamakan diri sebagai Pencinta Alam sering kali melakukan banyak aktivitas yg justru mengganggu keseimbangan alam. Menjelajah gunung dan membuat jejak-jejak disana, mencoret batu-batu di puncak, membuang sampah non organik ke sembarang tempat, membuat api unggun yg seringkali lupa dimatikan, memetik Edelweiss hingga beratus-ratus tangkai


Untuk Sebuah organisasi Pencinta Alam (yg biasanya ngetren di kalangan mahasiswa) seharusnya tidak sekadar sebuah tempat bernaung bagi mereka yg senang bertualang saja atau menghabiskan anggaran dana di kampus. Ironis membaygkan mereka melakukan pendakian besar-besaran yg menelan biaya tinggi sampai ke luar negeri, sementara, di negeri sendiri, negeri yg (seharusnya) elok dan kaya akan hutan tropis perlahan mulai kehilangan identitasnya. Pencurian kayu, pembabatan hutan secara liar luput dari penyelamatan sang ‘pencinta alam’ Pencinta Alam.


Dalam konteks bahasa adalah seseorang yg sangat mencintai alam. Mencintai berarti melakukan banyak hal untuk sesuatu/seseorang yg dicintai. Mencoba membahagiakan sesuatu/seseorang yg kita cintai dgn tulus. Melakukan banyak hal agar sesuatu/seseorang yg dicintai merasa nyaman. Mencintai itu tanpa sederet syarat apapun, Mencintai itu sesuatu yg tulus, tanpa pamrih. Mencintai Alam, sama halya dgn melakukan banyak hal untuk alam, tanpa syarat-syarat khusus, tanpa dibarengi rasa keegoisan untuk memiliki alam secara individual, tanpa mengabaikan apa yg sebetulnya dibutuhkan oleh alam. Semua harus dilakukan tanpa pamrih, pamrih untuk dimunculkan di media massa, tanpa pamrih di puji banyak pihak, tanpa pamrih untuk mendapat dukungan dana berlebih yg pada akhirnya digunakan entah kemana. Mencintai alam, mencintai wujud ciptan-Nya, mengasihi setiap apa yg ada di dalamnya. Memulai dari hal kecil di sekitar kita. Meski kecil, andai setiap orang melakukannya pasti hasilnya menjadi lebih berarti.